Mitos dan Fakta “Beras Plastik”: Edukasi Publik untuk Membedakan Beras Asli
Isu mengenai “beras plastik” atau beras sintetis adalah desas-desus yang kerap muncul dan meresahkan masyarakat Indonesia. Meskipun klaim ini sebagian besar telah dibantah sebagai hoaks oleh para ahli pangan dan lembaga pengawas seperti Badan POM, kekhawatiran publik tetap tinggi. Penting bagi kita untuk memahami fakta di balik isu ini dan mengetahui cara membedakan beras asli dengan potensi produk oplosan atau tiruan.
Mitos #1: Beras Plastik Itu Benar-Benar Ada dan Berasal dari Plastik
FAKTA: Klaim bahwa butiran beras secara massal diproduksi dari bahan plastik murni (seperti PVC atau polietilena) dan diperdagangkan secara luas adalah tidak akurat dan tidak masuk akal dari sisi ekonomi.
Menurut pakar teknologi pangan, biaya produksi biji plastik agar menyerupai butiran beras sangat tinggi, jauh melampaui harga jual beras di pasaran. Yang sering diviralkan dalam video adalah proses pembuatan biji plastik (plastic pellets) atau biji kopolimer plastik (seperti ethylene vinyl acetate), bukan beras. Kasus di masa lalu yang sempat terkonfirmasi umumnya melibatkan beras oplosan atau beras yang dicampur dengan bahan sintetis tertentu, bukan beras yang 100% terbuat dari plastik.
Mitos #2: Nasi yang Membal/Memantul Pasti Berasal dari Beras Plastik
FAKTA: Video viral yang menunjukkan nasi yang bisa memantul ketika dibanting sering kali disalahpahami sebagai bukti beras plastik. Nasi yang membal disebabkan oleh tingginya kandungan amilopektin dan amilosa di atas 25% dalam varietas beras tertentu. Beras dengan kandungan amilopektin tinggi, seperti beras ketan, secara alami bersifat lengket dan elastis, yang membuatnya dapat memantul ketika dikepal dan dilempar. Hal ini adalah sifat alami beras dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi.
Mitos #3: Semua Beras yang Mengkilap Adalah Beras Plastik
FAKTA: Beberapa jenis beras, terutama yang dikategorikan sebagai beras premium, melalui proses yang disebut polishing (pemolesan). Proses ini bertujuan untuk memberikan tampilan butiran yang bersih, licin, dan sedikit mengkilap, sehingga terlihat lebih menarik bagi konsumen. Beras yang mengkilap belum tentu plastik, melainkan bisa jadi beras dengan kualitas premium yang diproses secara higienis.
Cara Membedakan Beras Asli dan Potensi Produk Tiruan (Oplosan)
Meskipun kasus beras plastik murni jarang terjadi, kita perlu waspada terhadap beras oplosan, yaitu beras yang dicampur dengan zat kimia berbahaya atau bahan lain untuk menipu konsumen.
Selalu beli beras dari sumber terpercaya, perhatikan label kemasan yang memiliki izin edar (MD/P-IRT), dan laporkan ke pihak berwajib (Badan POM atau Dinas Pangan setempat) jika Anda menemukan beras dengan ciri-ciri mencurigakan. Kewaspadaan dan pengetahuan adalah kunci untuk melindungi kesehatan keluarga dan ketahanan pangan kita. (495 kata)
Sudah coba Beras Banyuwangi? Rasakan pulennya hari ini!