Meskipun wilayah Timur Tengah, khususnya Jazirah Arab, didominasi oleh gurun pasir dan iklim kering, nasi atau beras memegang peranan sentral yang tak tergantikan dalam hidangan sehari-hari dan perayaan. Berbeda dengan beras di Asia Tenggara yang cenderung pulen dan lengket, beras yang populer di Arab memiliki karakteristik unik yang sangat cocok untuk masakan kaya rempah mereka.
Jenis Beras Paling Populer: Basmati
Penyebutan “beras Arab” hampir selalu merujuk pada satu jenis: Beras Basmati. Beras Basmati, yang sebagian besar diimpor dari India dan Pakistan, adalah bintang utama di dapur-dapur Arab, terutama di negara-negara seperti Arab Saudi dan Yaman.
Karakteristik Beras Basmati:
-
Butir Panjang (Long Grain): Butirannya sangat panjang dan ramping, dan akan semakin memanjang ketika dimasak.
-
Tekstur Pera dan Terpisah: Setelah dimasak, butirannya cenderung terpisah satu sama lain dan tidak lengket, atau dikenal dengan tekstur pera. Ini adalah kunci agar nasi dapat menyerap aroma dan warna rempah dengan sempurna.
-
Aroma Khas (Aromatik): Basmati dikenal karena aromanya yang khas, sering digambarkan sebagai aroma kacang atau bunga yang lembut.
-
Kesehatan: Basmati juga disukai karena memiliki Indeks Glikemik (IG) yang rendah dibandingkan beras putih biasa, menjadikannya pilihan yang lebih baik bagi penderita diabetes dan mereka yang menjalani diet.
Beras Langka dari Oasis: Hassawi
Selain Basmati, Arab Saudi juga memiliki varietas beras lokal yang sangat istimewa dan langka, yaitu Beras Merah Hassawi.
-
Asal: Beras Hassawi dibudidayakan secara turun-temurun di oasis Al-Ahsa, wilayah timur Arab Saudi. Al-Ahsa sendiri dikenal sebagai oasis terbesar di dunia.
-
Keistimewaan: Beras ini berwarna merah, memiliki harga yang sangat mahal, dan bahkan sering dianggap “emas” oleh para petani lokal. Konon, beras Hassawi diyakini memiliki khasiat kesehatan, termasuk untuk meredakan sakit.
Peran Beras dalam Hidangan Khas Arab
Beras Basmati adalah bahan dasar untuk hampir semua hidangan nasi ikonik dari kawasan ini, yang dikenal karena dimasak bersama rempah-rempah yang kaya dan disajikan dengan potongan besar daging kambing atau ayam.
| Nama Hidangan | Asal Utama | Ciri Khas Nasi |
| Nasi Mandhi | Yaman | Rasa rempah paling ringan, dimasak dengan kaldu dan sering diasapi (tandoor), menghasilkan aroma asap yang lembut. |
| Nasi Kabsah | Arab Saudi | Rasa rempah sedang, warna oranye kemerahan karena campuran tomat/pasta tomat dan bubuk paprika. Nasi ini cenderung lebih pulen atau sedikit basah. |
| Nasi Biryani | Anak Benua India | Rasa sangat aromatik dan kompleks, dimasak dengan teknik layering (berlapis), menghasilkan warna nasi yang tidak merata (putih, kuning, oranye). |
| Nasi Kebuli | Yaman/Indonesia | Rasa gurih dan pekat, kaya rempah, dimasak dengan kaldu, susu, atau santan. Di Indonesia, ia menjadi adaptasi lokal yang sangat populer. |
🌐 Impor Beras
Mengingat kondisi geografisnya, mayoritas kebutuhan beras di negara-negara Arab dipenuhi melalui impor. Beras Basmati didatangkan terutama dari India dan Pakistan, sementara varietas beras lainnya juga diimpor untuk memenuhi permintaan pasar yang beragam. Arab Saudi, sebagai salah satu negara besar di kawasan ini, merupakan importir beras yang signifikan.
Beras di Arab bukan hanya sekadar karbohidrat. Ia adalah kanvas yang sempurna untuk melukiskan cita rasa rempah-rempah Timur Tengah yang kaya, menjadi inti dari setiap jamuan makan, dan simbol keramahan yang hangat.
Sudah coba Beras Banyuwangi? Rasakan pulennya hari ini!