Bagi orang Indonesia, makan belum terasa lengkap tanpa nasi. Namun, ketika berkunjung ke Arab Saudi—baik untuk Haji, Umrah, maupun bekerja—banyak dari kita yang mengalami “gegar budaya” kuliner. Nasi di Arab Saudi umumnya berjenis Basmati yang berbulir panjang, kering, dan tidak lengket (pera). Berbeda jauh dengan nasi pulen ala Cianjur atau Rojolele yang biasa kita santap di tanah air.
Saat Anda masuk ke supermarket besar seperti Bin Dawood, Panda, atau Al Othaim, Anda akan disambut oleh lorong berisi tumpukan karung beras yang menjulang tinggi. Agar tidak bingung memilih, berikut adalah ulasan 5 merek beras paling populer dan karakteristiknya:
1. Abu Kass (Si Hijau Legendaris)
Merek ini mungkin adalah “raja”-nya beras di Arab Saudi. Dengan kemasan berwarna hijau tua yang ikonik, Abu Kass sangat mudah ditemukan di mana saja.
-
Jenis: Mazza Basmati (Indian Parboiled). Saat mentah, warnanya agak kekuningan/transparan, bukan putih susu.
-
Karakter: Bulirnya sangat panjang dan akan memanjang lagi setelah dimasak. Teksturnya sangat “pera” (terpisah satu sama lain).
-
Cocok untuk: Nasi Kabsa atau Nasi Goreng Arab. Karena teksturnya yang kokoh, nasi ini tidak mudah hancur saat diaduk dengan daging kambing atau ayam dalam porsi besar. Bagi lidah Indonesia, ini mungkin terasa agak “kering”.
2. Al Walimah (Pilihan Premium)
Sering dianggap sebagai pesaing berat Abu Kass, Al Walimah menyasar segmen yang lebih premium.
-
Jenis: Sella Basmati.
-
Karakter: Dikenal memiliki aroma yang sangat harum dan bulir yang konsisten panjangnya. Kelebihannya adalah daya serap bumbunya yang istimewa.
-
Cocok untuk: Nasi Mandi atau Nasi Biryani. Jika Anda ingin memasak hidangan istimewa untuk tamu, Al Walimah memberikan hasil akhir yang terlihat mewah dan fluffy.
3. Al Shalan (Si Karung Biru/Merah)
Merek ini adalah pemain lama dan menjadi favorit banyak rumah tangga lokal Saudi selama puluhan tahun.
-
Jenis: Punjabi Basmati (White/Amber).
-
Karakter: Berbeda dengan Abu Kass yang Mazza (kekuningan), Al Shalan varian biru biasanya lebih putih bersih (White Basmati). Teksturnya sedikit lebih lembut dibanding Abu Kass, namun tetap tidak lengket.
-
Cocok untuk: Nasi putih biasa untuk pendamping lauk berkuah (kare atau sup). Karena warnanya putih bersih, ia lebih menggugah selera bagi mereka yang kurang suka nasi berwarna kuning.
4. Punjabi Al Muhaidib
Ini adalah merek klasik yang identik dengan kualitas tinggi. Harganya sering kali sedikit di atas rata-rata beras biasa.
-
Jenis: White Indian Basmati.
-
Karakter: Salah satu beras dengan bulir tercantik. Putih bersih, aromatik, dan sangat ringan saat dimakan. Tidak membuat perut terasa “begah”.
-
Cocok untuk: Orang Indonesia yang ingin mencoba Basmati tapi tidak suka bau “apek” yang terkadang muncul pada beras jenis Mazza (parboiled).
5. Sunwhite / Calrose (Penyelamat Rindu Nasi Pulen)
Ini bukan beras Basmati, tetapi wajib masuk daftar ini khusus bagi orang Indonesia.
-
Jenis: Calrose Rice (Beras Australia/Mesir berbulir bulat).
-
Karakter: Bulirnya pendek dan gemuk. Hasil masaknya lengket dan pulen, sangat mirip dengan beras Jepang atau beras premium Indonesia.
-
Cocok untuk: Penawar rindu kampung halaman. Jika Anda tidak bisa menelan nasi Basmati yang pera, carilah karung bermerek “Sunwhite” (gambar matahari). Banyak jemaah Indonesia mencampur beras ini dengan beras Basmati (oplosan) untuk mendapatkan tekstur tengah-tengah: panjang tapi agak pulen.
Kesimpulan Jika Anda ingin memasak Nasi Kebuli otentik, pilihlah Abu Kass atau Al Walimah. Namun, jika lidah Anda “menolak” nasi pera dan merindukan nasi pulen yang bisa disumpit, Sunwhite adalah satu-satunya jalan keluar. Selamat berbelanja dan memasak!
Sudah coba Beras Banyuwangi? Rasakan pulennya hari ini!