Berbelanja di supermarket Prancis seperti Carrefour, Leclerc, atau Monoprix bisa menjadi pengalaman yang membingungkan bagi ekspatriat atau wisatawan asal Asia. Di rak sereal, Anda tidak akan menemukan karung beras 10kg yang seragam, melainkan deretan kotak kecil dengan istilah teknis seperti Long, Rond, hingga Incollable.
Berikut adalah panduan untuk memahami jenis-jenis beras tersebut agar masakan Anda tidak berakhir menjadi bencana tekstur.
1. Riz Long (Beras Bulir Panjang)
Ini adalah jenis beras yang paling umum ditemukan. Sesuai namanya, bulirnya panjang dan ramping. Namun, di Prancis, Riz Long biasanya terbagi lagi menjadi dua kategori besar:
-
Riz Long Classique: Teksturnya mirip dengan beras yang kita gunakan di Indonesia, namun cenderung lebih “kering” setelah dimasak. Cocok untuk pendamping protein (daging atau ikan).
-
Beras Aromatik (Basmati & Thai): Di rak supermarket, kedua jenis ini masuk kategori bulir panjang. Jika Anda mencari nasi yang harum dan pulen untuk masakan Asia, pilihlah Riz Thai. Jika ingin nasi yang sangat pera dan tidak lengket untuk kari, pilih Basmati.
2. Riz Rond (Beras Bulir Bulat)
Jangan sekali-kali menggunakan beras ini untuk nasi goreng. Riz rond memiliki kandungan pati (amilopektin) yang sangat tinggi, sehingga teksturnya menjadi sangat lengket dan lembut saat dimasak. Di Prancis, beras ini memiliki kegunaan spesifik:
-
Dessert (Riz au Lait): Ini adalah penggunaan utama riz rond. Beras ini dimasak perlahan dengan susu dan gula hingga menjadi puding nasi yang kental dan creamy.
-
Masakan Internasional: Karena teksturnya yang lengket, beras ini juga sering digunakan sebagai pengganti beras Sushi atau beras Risotto (Arborio) jika Anda tidak menemukan label khusus untuk hidangan tersebut.
3. Riz Incollable (Beras “Anti-Lengket”)
Istilah Incollable secara harfiah berarti “tidak bisa menempel”. Ini adalah kategori yang sering menipu orang Asia. Beras ini bukanlah varietas tanaman, melainkan hasil proses industri yang disebut parboiled (setengah matang).
Sebelum dikemas, padi direndam, diuap, dan dikeringkan. Proses ini membuat nutrisi dari kulit ari meresap ke dalam butiran beras (sehingga warnanya agak kekuningan) dan mengubah struktur patinya.
-
Keunggulan: Sangat sulit untuk gagal memasak beras ini. Nasi tidak akan pernah lembek atau menggumpal meski Anda kelebihan air.
-
Kekurangan: Rasanya cenderung hambar dan teksturnya agak “karet” atau terlalu kenyal bagi lidah yang terbiasa dengan nasi segar. Cocok untuk salad dingin atau bagi mereka yang baru belajar memasak.
Tips Tambahan: Membaca Label Kemasan
Selain tiga kategori utama di atas, Anda mungkin akan melihat istilah berikut:
-
Riz Complet: Beras merah atau cokelat (masih memiliki kulit ari). Sangat sehat tapi butuh waktu masak lebih lama (sekitar 20–45 menit).
-
Cuisson Rapide (2 min / 5 min): Beras yang sudah diproses agar matang sangat cepat. Biasanya teksturnya kurang memuaskan bagi pencinta nasi sejati.
-
Riz de Camargue (IGP): Jika Anda melihat logo kuning-biru IGP, itu berarti beras tersebut asli ditanam di Prancis Selatan. Kualitasnya premium dan rasanya lebih autentik.
Kesimpulan
Untuk masakan sehari-hari yang paling mendekati nasi di tanah air, pilihlah Riz Thai. Jika Anda ingin membuat pencuci mulut tradisional Prancis, gunakan Riz Rond. Dan jika Anda membutuhkan nasi praktis untuk salad tanpa takut menggumpal, Riz Incollable adalah solusinya.
Sudah coba Beras Banyuwangi? Rasakan pulennya hari ini!